Kamis, 03 Mei 2012

Perilaku Konsumen “Proses Difusi Inovasi”


Perilaku Konsumen
“Proses Difusi Inovasi”
Oleh :
Nur Oktariandika Novianto (09.05.311.00041)
Ziya Ibrizah
Prayoga Oktowira dwi Putra
Moh.Erfan




UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI BISNIS
2011
A. Definisi Difusi Inovasi
Rogers menyatakan bahwa inovasi adalah suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap atau dirasa baru oleh individu. 
Sedangkan Difusi sendiri didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu selama jangka waktu tertentu terhadap anggota suatu sistem sosial. Difusi dapat dikatakan juga sebagai suatu tipe komunikasi khusus dimana pesannya adalah ide baru.
Adapun definisi dari difusi inovasi menurut Rogers adalah sebagai proses dikomunikasikannya inovasi melalui saluran tertentu selamanya diantara semua anggota system social.
B. Jenis-jenis inovasi
Ada dua jenis Inovasi yang biasanya dilakukan oleh perusahaan yaitu inovasi teknologi dan inovasi simbolis.
1.    Inovasi teknologi
Robertson dalam Assael (1992) membagi inovasi teknologi ke dalam tiga tipe, yang didasarkan atas perubahan dan kecanggihan secara teknologi:
  1. Inovasi terus-menerus/ Continuos innovation. Inovasi ini merupakan modifikasi dari produk yang sudah ada. Kebanyakan produk yang dihasilkan merupakan hasil evolusi bukan revolusi produk. Perubahan yang terjadi tidak mengubah perilaku konsumen yang radikal bahkan cenderung tidak berubah. Misalnya inovasi pada produk rokok.
  2. Inovasi terus - menerus secara dinamis/Dynamically continuous innovation. Merupakan perubahan yang dinamis atas suatu produk. Perubahaan yang dinamis ini akan mengubah perilaku konsumen, karena inovasi ini mengubah cara orang melakukan sesuatu. Misalnya sikat gigi listrik.
  3. Inovasi terputus /Discontinuous innovation. Inovasi jenis ini menciptakan perubahan utama dalam cara bagaimana manusia hidup. Inovasi ini melibatkan pengenalan sebuah produk yang sepenuhya baru. Misalnya computer, oven microwave.

2. Inovasi simbolis
Hirsman mendefinisikan inovasi simbolis sebagai sesuatu yang membawa pengertian sosial baru. Peluncuran produk kosmetik untuk pria merupakan inovasi simbolis, yang membawa nilai sosial baru bahwa pria juga perlu memelihara diri untuk tetap bersih dan tampan. Inovasi juga bisa merupakan kombinasi dari inovasi teknologi dan inovasi simbolis.
C. Elemen Dasar dalam Proses Difusi Inovasi
1.    Inovasi
Rogers mengemukakan lima karakteristik inovasi meliputi:
a.    Keunggulan relatif (relative advantage),
Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise social, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.

b.    kompatibilitas (compatibility),
Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).

c. Kerumitan (complexity),
Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.

d. Kemampuan diuji cobakan (trialability)
Kemampuan untuk diuji cobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat di uji-cobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu inovasi sebaik nya harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya.

e. Kemampuan diamati (observability).
Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi.  Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif; kesesuaian (compatibility); kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi.

2.    Saluran komunikasi
Komunikasi adalah proses dimana partisipan menciptakan dan berbagi informasi satu sama lain untuk mencapai suatu pemahaman bersama. Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa difusi dapat dipandang sebagai suatu tipe komunikasi khusus dimana informasi yang dipertukarkannya adalah ide baru (inovasi).
3.    Sistem Sosial
Sangat penting untuk diingat bahwa proses difusi terjadi dalam suatu sistem sosial. Sistem sosial adalah satu set unit yang saling berhubungan yang tergabung dalam suatu upaya pemecahan masalah bersama untuk mencapai suatu tujuan. Anggota dari suatu sistem sosial dapat berupa individu, kelompok informal, organisasi dan atau sub sistem. Proses difusi dalam kaitannya dengan sistem sosial ini dipengaruhi oleh struktur sosial, norma sosial, peran pemimpin dan agen perubahan, tipe keputusan inovasi dan konsekuensi inovasi.
4.    Waktu
Waktu merupakan salah satu unsur penting dalam proses difusi. Dimensi waktu, dalam proses difusi, berpengaruh dalam hal: 1) proses keputusan inovasi, yaitu tahapan proses sejak seseorang menerima informasi pertama sampai ia menerima atau menolak inovasi; 2) keinovativan individu atau unit adopsi lain, yaitu kategori relatif tipe adopter (adopter awal atau akhir); dan 3) rata-rata adopsi dalam suatu sistem, yaitu seberapa banyak jumlah anggota suatu sistem mengadopsi suatu inovasi dalam periode waktu tertentu.
D. Pengaplikasian Definisi dari Inovasi
Terdapat empat factor yang mendasarinya, yaitu :
1.  Orientasi Produk
Konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas dan performance terbaik serta inovatif.
2.      Orientasi Pasar
Kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penetuan kebutuhan dan keinginan dari target market serta memberikan kepuasan secara lebih baik dibandingkan pesaing.
3.      Orientasi perusahaan
Adalah menentukan keinginan dan kebutuhan dari target market dan memberikan kepuasan secara lebih baik dibandingkan para pesaing melalui suatu cara yang dapat meningkatkan kesejahteraan perusahaan dan masyarakat.
4.      Orientasi Konsumen
Pada perinsipnya dalam penyebaran produk baru, konsumen menginginkan produk yang ada tersedia dibanyak tempat dengan kualitas tinggi, baik akan tetapi dengan harga yang rendah sehingga konsumen lebih banyak mengkonsumsi barang dan bahkan sampai pembelian yang berulang-ulang.
E.  Adopsi
Adopsi merupakan suatu kegiatan seseorang dalam membuat keputusan dan melalui ini inovasi diterima. Terdapat beberapa kategori konsumen dalam mengadopsi inovasi sebagai berikut :
  1. Inovator. Konsumen yang menjadi innovator yaitu konsumen yang paling responsif terhadap inovasi yang diciptakan oleh perusahaan. Kelompok konsumen innovator ini biasanya kelompok pertama yang membeli produk-produk hasil inovasi. Kelompok ini biasanya secara demografis merupakan konsumen dengan pendapatan tinggi, tingkat pendidikan tinggi, dan lebih kosmopolitan.
  2. Pelaku Adopsi Awal (Early Adopters). Kelompok ini bukan yang pertama membeli, tetapi termasuk ke dalam kelompok yang paling awal melakukan pembelian dalam siklus hidup produk. Berbeda dengan kelompok innovator, kelompok ini lebih percaya pada norma-norma kelompok dan lebih berorientasi pada nilai-nilai komunitas lokal.
  3. Mayoritas Awal (Early majority). Kelompok ini merupakan kelompok tertinggi yang mengadopsi inovasi. Kelompok ini sebenarnya termasuk kelompok yang memiliki daya beli yang cukup, namun karena ketidaktahuan atas spesifikasi dan manfaat produk, mereka menunggu kelompok pemimpin opini terlebih dahulu.
  4. Pelaku adopsi yang terbelakang (Late majority). Mereka adalah kelompok yang lambat merespons inovasi karena alasan-alasan tertentu misalnya daya beli mereka di bawah rata-rata, sehingga mereka menunggu turun harga. Mereka berharap semakin lama semakin turun harganya.
  5. Laggards. Kelompok ini merupakan kelompok konsumen yang sangat terlambat dalam mengadopsi inovasi. Kelompok ini biasanya merupakan kelompok yang teralienasi dari lingkungan sosial pada umumnya. Mereka merupakan kelompok konsumen yang paling rendah tingkat pendapatannya.
F. Proses Adopsi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, adopsi merupakan suatu kegiatan seseorang dalam membuat keputusan, dimana dalam kegitan ini akan menentukan diterimanya suatu inovasi. Terdapat lima tahap dalam proses adopsi, yaitu :
1.      Kesadaran : Konsumen menyadari adanya inovasi tersebut tapi masih kekurangan informasi mengenainya.
2.      Minat : Konsumen tertarik untuk mencari informasi tersebut.
3.      Evaluasi : Konsumen mempertimbangkan untuk mencoba inovasi tersebut.
4.      Percobaan : Konsumen mencoba inovasi tersebut untuk memperbaiki perkiraannya atas nilai inovasi tersebut.
5.      Adopsi : Konsumen memutuskan untuk menggunakannya secara teratur.
 Selain tahap-tahap tersebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi tersebut. Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi :
1.      Mempelajari Inovasi
Tahapan ini merupakan tahap awal ketika masyarakat mulai melihat, dan mengamati inovasi baru dari berbagai sumber, khususnya media massa. Pengadopsi awal biasanya merupakan orang-orang yang rajin membaca koran dan menonton televisi, sehingga mereka bisa menangkap inovasi baru yang ada. Jika sebuah inovasi dianggap sulit dimengerti dan sulit diaplikasikan, maka hal itu tidak akan diadopsi dengan cepat oleh mereka, lain halnya jika yang dianggapnya baru merupakan hal mudah, maka mereka akan lebih cepat mengadopsinya. Beberapa jenis inovasi bahkan harus disosialisasikan melalui komunikasi interpersonal dan kedekatan secara fisik.
2.      Pengadopsian
Dalam tahap ini masyarakat mulai menggunakan inovasi yang mereka pelajari. Diadopsi atau tidaknya sebuah inovasi oleh masyarakat ditentukan juga oleh beberapa faktor. Riset membuktikan bahwa semakin besar keuntungan yang didapat, semakin tinggi dorongan untuk mengadopsi perilaku tertentu. Adopsi inovasi juga dipengaruhi oleh keyakinan terhadap kemampuan seseorang. Sebelum seseorang memutuskan untuk mencoba hal baru, orang tersebut biasanya bertanya pada diri mereka sendiri apakah mereka mampu melakukannya.
        Jika seseorang merasa mereka bisa melakukannya, maka mereka akan cenderung mangadopsi inovasi tersebut. Selain itu, dorongan status juga menjadi faktor motivasional yang kuat dalam mengadopsi inovasi. Beberapa orang ingin selalu menjadi pusat perhatian dalam mengadopsi inovasi baru untuk menunjukkan status sosialnya di hadapan orang lain. Adopsi inovasi juga dipengaruhi oleh nilai yang dimiliki individu tersebut serta persepsi dirinya. Jika sebuah inovasi dianggapnya menyimpang atau tidak sesuai dengan nilai yang ia anut, maka ia tidak akan mengadopsinya. Semakin besar pengorbanan yang dikeluarkan untuk mengadopsi sebuah inovasi, semakin kecil tingkat adopsinya.
3.      Pengembangan Jaringan Sosial
Seseorang yang telah mengadopsi sebuah inovasi akan menyebarkan inovasi tersebut kepada jaringan sosial di sekitarnya, sehingga sebuah inovasi bisa secara luas diadopsi oleh masyarakat. Difusi sebuah inovasi tidak lepas dari proses penyampaian dari satu individu ke individu lain melalui hubungan sosial yang mereka miliki. Riset menunjukkan bahwa sebuah kelompok yang solid dan dekat satu sama lain mengadopsi inovasi melalui kelompoknya. Dalam proses adopsi inovasi, komunikasi melalui saluran media massa lebih cepat menyadaran masyarakat mengenai penyebaran inovasi baru dibanding saluran komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal mempengaruhi manusia untuk mengadopsi inovasi yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh media massa.
G. Proses Difusi Inovasi

Difusi merupakan proses penyebaran inovasi yang dilakukan perusahaan kepada konsumen. Dalam proses difusi, konsumen melakukan adopsi inovasi. Sedangkan proses difusi inovasi menurut Everett M. Rogers adalah sebagai berikut :

1.    Tahap Pengetahuan (Knowledge)
Ada beberapa sumber yang menyebutkan tahap pengetahuan sebagai tahap “Awareness”. Tahap ini merupakan tahap penyebaran informasi tentang inovasi baru, dan saluran yang paling efektif untuk digunakan adalah saluran media massa. Dalam tahap ini kesadaran individu akan mencari atau membentuk pengertian inovasi dan tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi. Rogers mengatakan ada tiga macam pengetahuan yang dicari masyarakat dalam tahapan ini, yakni :
a.       Kesadaran bahwa inovasi itu ada
b.      Pengetahuan akan penggunaan inovasi tersebut
c.       Pengetahuan yang mendasari bagaimana fungsi inovasi tersebut bekerja.

2.    Tahap Persuasi (Persuasion)
Dalam tahapan ini individu membentuk sikap atau memiliki sifat yang menyetujui atau tidak menyetujui inovasi tersebut. Dalam tahap persuasi ini, individu akan mencari tahu lebih dalam informasi tentang inovasi baru tersebut dan keuntungan menggunakan informasi tersebut. Yang membuat tahapan ini berbeda dengan tahapa pengetahuan adalah pada tahap pengetahuan yang berlangsung adalah proses memengaruhi kognitif, sedangkan pada tahap persuasi, aktifitas mental yang terjadi alah memengaruhi afektif.

Pada tahapan ini seorang calon adopter akan lebih terlibat secara psikologis dengan inovasi. Kepribadian dan norma-norma sosial yang dimiliki calon adopter ini akan menentukan bagaimana ia mencari informasi, bentuk pesan yang bagaimana yang akan ia terima dan yang tidak, dan bagaimana cara ia menafsirkan makna pesan yang ia terima berkenaan dengan informasi tersebut. Sehingga pada tahapan ini seorang calon adopterakan membentuk persepsi umumnya tentang inovasi tersebut. Beberapa ciri-ciri inovasi yang biasanya dicari pada tahapan ini adalah karekateristik inovasi yakni relative advantagecompatibilitycomplexitytrialability, danobservability.

3.    Tahap Pengambilan Keputusan (Decision)
Di tahapan ini individu terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu pilihan untuk mengadopsi inovasi tersebut atau tidak sama sekali. Adopsi adalah keputusan untuk menggunakan sepenuhnya ide baru sebagai cara tindak yang paling baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi, yakni:
a.       Praktik sebelumnya
b.      Perasaan akan kebutuhan
c.       Keinovatifan
d.      Norma dalam sistem sosial

Proses keputusan inovasi memiliki beberapa tipe yakni :
a.       Otoritas adalah keputusan yang dipaksakan kepada seseorang oleh individu yang berada dalam posisi atasan.
b.      Individual adalah keputusan dimana individu yang bersangkutan mengambil peranan dalam pembuatannya.
Keputusan individual terbagi menjadi dua macam, yakni:
a.       Keputusan opsional adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang, terlepas dari keputusan yang dibuat oleh anggota sistem.
b.      Keputusan kolektif adalah keputusan dibuat oleh individu melalui konsesnsus dari sebuah sistem social.
c.       Kontingen adalah keputusan untuk menerima atau menolak inovasi setelah ada keputusan yang mendahuluinya.

H. Lima Karakteristik yang dihubungkan dengan produk baru
1. Keunggulan Relatif
Pertanyaan































Daftar Pustaka

Alifiana, Desy.Difusi Inovasi. Giyantops.file.wordpress.com. diakses tanggal  21 Desember 2011.
Anonim. 2011. Proses Difusi Terhadap Konsumen. http://blogs.unpad.ac.id. Diakses tanggal 21 Desember 2011.
Setiadi. Nugroho J. 2010. Perilaku Konsumen : Perspektif Kontemporer pada Motif, Tujuan, dan Keinginan Konsumen. Jakarta : Kencana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar